Majlis-Sunnah

Arsip

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui Email

Bergabunglah dengan 51 pengikut lainnya

@ibnunho

Kesalahan: Twitter tidak merespons. Tunggulah beberapa menit dan perbarui halaman.

AL-QUR’AN THE GREATEST SAINS (kaidah umum dalam kemajuan peradaban dan teknologi)


GambarTahukah anda computer dan hampir seluruh teknologi yang ada di dunia ini di rancang dengan urutan yang sistematis ? sebagai contoh sebuah software dirancang dengan system sistematis atau lebih dikenal dengan algoritma yaitu urutan atau langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah secara logis dan sistematis ?
dengan urutan ini yang secara runut dan sistematis semua teknologi menggunakannya, lihatlah rangkaian computer ataupun rankaian elektronika semua rankgkaian disusun secara sistematis sehingga tidak terjadi tabrakan arus, jika trjadi maka tentu akan terjadi konslaiting dan terbakar.
tidak hanya itu pada mesin industry dan perkakas semua bekerja secara sistematis dan berurutan. Maka wajarlah jika system yang algoritma (urutan yang sistematis dan logis) adalah ilmu yang mengubah dunia ? (lebih…)

Iklan

OBAT STRES DAN DEPRESI


Stress atau depresi secara sederhana pengertiannya adalah suatu keadaan dimana seseorang pikirannya atau pun batinnya tertekan oleh sesuatu, sehingga terganggunya emosional, pikiran, dan jiwa orang yang mengalaminya. Tekanan ini biasanya disebabkan berbagai macam persoalan kehidupan seperti, masalah ekonomi, sosial. Stress juga bisa disebabkan rasa takut yang berlebihan atau kegelisahan yang berlebihan. Namun asters juga bisa disebabkan factor gaya hidup yang tidak sehat, seperti makan makanan berkolesterol tinggi, sering begadang hingga tidur lewat tengah malam.

 

Sebuah penelitian menunjukkan dari 15.500 remaja berusia 12 sampai 18 tahun yang dijadikan bahan studi, mereka yang tidur tengah malam, memiliki 24 % kecenderungan untuk mengalami depresi dibandingkan mereka yang tidur sebelum jam 22.00[1]

 

MENCEGAH STRES
ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dan kita kerjakan agar kita terhindar dari stress, diantaranya sebagai berikut:
1. Meningkatkan iman dan takwa kepada Allah
2. Perbanyak dzikir kepada Allah
3. Memohon perlindungan kepada Allah
4. Bertawakal sepenuhnya kepada Allah
5. Memurnikan ketaatan dan peribadatan hanya kepada Allah
6. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa tiadak yang dapat member manfaat sedikit pun kecuali atas kehendak Allah dan tidak ada yang mampu member mudharat sedikitpun kecuali atas kehendak  Allah

 

BILAKAH STRES ITU TERJADI, APAKAH OBATNYA ?

Penulis membawakan nasihat Syaikh Bin Bazz kepada orang yang mengalami stress, semoga kita dapat memetik faidahnya, Syaikh Bin Bazz menasihati:

“Berpegang teguhlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, berbaik sangkalah kepadaNya, serahkanlah perkaramu kepadaNya, janganlah anda putus asa dari rahmat, karunia dan kebaikanNya. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan juga obatnya. Anda harus mengambil segala sebab (untuk kesembuhan berobat,-pent). Teruslah berkonsultasi kepada para dokter spesialis dalam mengenal berbagai macam penyakit dan pengobatan.

Bacalah atas dirimu surah Al-Ikhlas, surah Al-Falaq, surah An-Nas tiga kali. Meludahlah sedikit dikedua tanganmu setiap sekali, usaplah mukamu dengan keduanya, dan bagian tubuhmu yang kamu bisa. Ulangilah terus hal itu beberapa kali siang malam dan ketika mau tidur. Bacalah pula atas dirimu surah Al-Fatihah di waktu kapan pun, siang dan malam hari. Bacalah ayat Kursi ketika berbaring di tempat kasurmu untuk tidur. Hal itu adalah ruqyah manusia untuk dirinya sendiri dan menjaganya dari kejahatan.

Berdo’alah kepada Allah dengan do’a Al-Kurab, bacalah.

“Artinya : Tiada Ilah yang berhak diibdahi selain Allah yang Mahaagung lagi Maha Penyantun. Tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah Penguasa Arsy yang besar. Tiada Ilah yang berhak diibadahi selain Allah Rabb langit, Rabb bumi dan Rabb Arsy yang mulia”. (Hadits Riwayat Bukhari, kitab Ad-Da’awat 6345, 6346, Muslim, kitab Adz-Dzikr wad Du’at 2730.)

Ruqyahlah pula diri anda sendiri dengan ruqyah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka bacalah, “Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit, sembuhkanlah dia, hanya Engkau yang Maha Penyembuh, tidak ada kesembuhan melainkan kesembuhan (dari)Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan sakit” (Hadits Riwayat Al-bukhari, kitab Ath-Thibb 5743, Muslim kitab As-Salam 2191).
Hingga dzikir-dzikir, ruqyah dan do’a-do’a lainnya yang disebutkan dalam kitab-kitab hadits, An-Nawawi menyebutkannya dalam kitab Riyadh Ash-Shalihin dan kitab Al-Adzkar.”[2]

Saudarakau yang beriman, sesuingguhnya pada al-Qur’an itu terdapat obat, dan pada dzikir terdapat penentram lentera hati. Dzikir dapat mencegah dan mengobati stress pada diri ini maka perbanyaklah berdzikir….

Allah ta’ala berfirman :

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram (Ar Ra’d 28)

Berkaitan dengan ayat ini Imam Ibnu Katsir menjelaskan :

“ Maksudnya, hati akan menjadi baik dan menjadi senang ketika menuju ke sisi Allah ta’ala. Hati menjadi tenang ketika mengingat Allah, dan hati merasa puas ketika merasa bahwa Allah adalah Pelindung dan penolongnya” (lihat Tafsir ibnu Katsir)

 

Dan disamping itu juga membiasakan diri dengan gaya hidup sehat dan seimbang. wAllahu A’lam

 

Oleh:
Omar Ibrahim al-Imanumuslim

 

 


[1] Penelitian Pusat Medis Universitas Kolumbia di New York mengumpulkan daya dari 15.500 remaja di tahun 1990-an.

[2] Fatawa Al-Ilaj bil Qur’an wa Sunnah Ar-Ruqa wa ma ya’taallaqu biha, karya Syaikh bin Baz, Ibn Utsaimin, Al-Lajnah Ad-Da’imah, hal. 25-27

 

MEMAHAMI SUNNATULLAH (HUKUM ALLAH)


Sunnatullah terbagi dua macam, pertama sunnatullah yang timeresponnya (waktu pembuktiannya) lama dan kedua yang timeresponnya cepat.

1. Yang timeresponnya lama yaitu pahala dan dosa, yang mana pahala dan dosa tidak akan terasa dan tidak akan terlihat melainkan nanti pada hari kiamat. Contoh: jika kita berbohong tentu kita berdosa, tapi kita tidak bisa merasakan dosa itu dan tidak bisa melihat dosa itu. Dan dosa kita itu baru akan terlihat dan terasa pada hari kiamat nanti ketika kita dihisab nanti.

2. Sunnatullah yang timeresponnya cepat, yaitu yang pembuktiannya cepat. Hal ini terdapat pada sains seperti hukum fisika dan kimia. Contoh: gelas kaca jika dijatuhkan di atas lantai yang keras dari ketinggian tertentu pasti akan pecah. Ini bukti dari sunnatullah yang timeresponnya cepat. Karena dalam hukum fisika dikenal bahwa suatu benda yang massa jenisnya lebih berat dan padat akan menang jika bertabrakan dengan benda yang masa jenisnya lebih ringan dan tidak padat.

KARAKTERISTIK SUNNATULLAH

karakteristik sunnatullah adalah sunnatullah ini bersifat universal dan konstanta (tetap pada nilainya) dan tidak ada perubahan pada sunnatullah kecuali ada penyebab yang dapat merubahnya yang bersifat sitematis. Dari sini dapat kita ketahui bahwa sunnatullah yang timeresponnya lama tetap berlaku sama dimanapun dan kapanpun. Contoh: minum khamr hukumnya haram dan berdosa bagi yang meminumnya. Hukum ini berlaku dimanapun dan kapan pun. Jika minum khamr di Arab haram maka di indonesia pun haram tidak mungkin halal dalam kacamata syari’at.

Sunnatullah yang time responnya cepat, juga berlaku dimana pun dan kapan pun. Contoh: air akan mendidih pada suhu 100 derajat C, hukum ini akan berlaku di manapun, jika di Indonesi air mendidih pada suhu 100 derajat maka di belahan bumi manapun sama.
Dari sini kita dapat fahami bahwa mitos-mitos itu tidak mendasar sama sekali.

PERUBAHAN PADA SUNNATULLAH

perubahan pada sunnatullah tidaklah terjadi pada objeknya melainkan pada sarananya yang bersifat sitematis artinya berkaitan erat atau jika sunnatullah itu sendiri yang memberi ruang untuk terjadinya perubahan, karena pada dasarnya sunnatullah tidak akan pernah berubah. Contoh perubahan pada sunnatullah yang timeresponnya lama: pada kaidah maslahah mursalah bahwa suatu hal yang hukumnya mubah akan berubah menjadi haram apabila menjadi sarana kepada yang haram.
Contoh perubahan ada sunnatullah yang timeresponnya cepat: pada kasus globlal warming, suhu bumi meningkat dikarenakan faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan suhu seperti meningkatnya perubahan suhu.

Pada dasarnya semua perubahan pada sunnatullah tersebut dapat dinalar dengan akal sehat.

DALIL SUNNATULLAH

pada sunnatullah yang timeresponnya lama maka yang menjadi dalilnya adalah al-Qur’an dan as-Sunnah serta ijma’ Ulama. Maka jika ada dalilnya wajib bagi kita untuk membenarkannya dan mengimaninya.
Sedangkan dalil pada sunnatullah yang timeresponnya cepat adalah akal yang sehat, nalar yang baik serta logis yang terdapat pada ilmu sains.

Inilah sajian singkat untuk memahami makna kehidupan dan ruang lingkupnya. Harapan saya tulisan ini dapat menjadi bantahan yang tepat dan benar untuk membantah mitos-mitos yang tersebar di masyarakat. ***
WAllahu A’lam

oleh:
Omar Ibrahim Al-Imanulmuslim -Salafy The Explorer-

*artikel ini diangkat dari tesis penulis yang berjudul “Mengungkap Seribu Mitos di Indonesia. Dikaji Secara Ilmiah Dan Syari’ah (Kasyfu Syubhat at-Tathayur)”

MITOS DALAM KACAMATA SYARI’AT


Kesyirikan sudah tersebar sangat meluas di tengah-tangah masyarakat bahakan tidak hanya itu para tokoh pun telah mendakwahkan kesyirikan di tengah ummat. Disebabkan kebodohan akan agama mereka sudah berani berfatwa, maka rusakalah aqidah ummat ini.

Sebagaimana yang pernah saya saksikan langsung di sebuah masjid di desa Cipeucang Bogor pada hari ini tanggal 27 Januari 2012 bertepatan dengan 4 Rabi’ul Awal 1433 H, ada tokoh masyarakat yang berpidato sambutan sebelum shalat jum’at. Orang itu berkata bahwa pada bulan ini masyarakat dihimbau agar tidak merendam pakaian dai sore sampai pagi karena menurut orang tua dahulu hal tersebut dapat menyebabkan kesialan (?!).

Pembaca yang budiman ketahuilah itu hanyalah mitos belaka yang tidak ada asal-usulnya, dan hal ini merupakan kesyirikan.  Mitos dalam bahasa Arab disebut “Tathayur” yang secara bahasa artinya mengikuti kabar burung, karena masyarakat jahiliyah Arab pada masa lalu apabila hendak melakukan perjalankemudian melihat burung yang terbang berlawanan arah maka mereka membatalkan niatnya itu karena mereka  meyakini akan terjadi kesialan atau marabahaya apa bila mereka melanjutkan perjalanannya.

Imam Ibnul Qayyim berkata: “tathayur adalah berkeyakian kesialan dengan sesuatu yang disaksikan mata atau didengar telinga” (Miftah Daris Sa’adah 3/311). Maka secara istilah tathayur berarti meyakini sesuatu semata-mata karena melihat, mendengar atau berfirasat dan hal itu membawa pengaruh pada pelaku untuk terus maju melangkah atau mengurungkan niat[1].

Mitos sangat erat kaitannya dengan aqidah ataupun keyakinan, maka meyakininya adalah kesyirikan sebagaiman Sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam:

الطيرة شرك

“thiyarah[2] adalah kesyirikan (beliau mengucapkannya tiga kali)” (HR. Ahmad 6/213)

Syirik yang dimaksud dalam hadits ini adalah syirik kecil kecuali bila ia berkeyakinan bahwa media tathayur itu memiliki kemampuan dalam memberi manfaat dan menolak marabahaya maka itu temasuk syirik besar[3].  Yang harus kita yakini bahwa semuanya baik kesialan maupun kebaikan semua itu datangnya dari Allah. Adapun yang lainnya hanyalah sebagai sebab itu pun apabila dapat dinalar dan logis atau memilki dasar ilmiah, seperti api akan menyebabkan terbakar maka bola bagi kita untuk mengurungkan niat kita untuk pergi ke suatu tempat apabila harus melawati api itu dikarenakan kita takut terbakar, maka hal ini tidak termasuk tathayur Karena memiliki dasar ilmiah.

Dan yang perlu kita ketahui adalah bahwa semua hukum Allah (Sunnatullah) itu sama dan berlaku diseluruh dunia dan tidak ada perubahan pada Sunnatullah, berbeda dengan mitos yang hanya da di daerah tertentu dan masing-masing daerah mitosnya berbeda-beda. Contohnya jika di Indonesia air akan mendidih apabila dipanaskan pada suhu 1000 C maka di belahan bumi manapun sama air akan mendidih pada suhu 1000 C. bereda denagan mitos jika di Indonesia sebut saja mitos merendam pakaian dari sore hingga pagi pada bulan ini (Rabi’ul Awwal) akan tertimpa kesialan maka mitos ini tidak berlaku di belahan bumi lain, mitos ini hanya ada di indonesia. Maka dari sini saja kita dapat mengetahui kesalahan dari mitos ini.

Allah berfirman:

“ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui” (al-A’raf: 131)

“setiap bencana yang terjadi di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam kitab (lauh Mahfudz) sebelum kami mewujudkannya” (al-Hadiid: 22)

 

Maka dari itu Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam Melarang bertathayur, Beliau Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:

“bukan termasuk  golongan kami orang yang bertathayur dan meminta ditathayur” (HR. ath-Thabrani 9/52)

 

“(tathayur) itu adlah sesuatu yang terkadang timbul dalam hati namun  janganlah kalian menuruti perasaan tersebut” (HR. Muslim 4/1748: 2227)

 

“barangsiapa yang menjadikan thiyarah sebagai penghalang utnuk melakukan sesuatu maka dia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad 11/623).

Dan yang perlu kita perhatikan sebelum menyebut hal itu sebagai tathayur (mitos) adalh kaidah fiqih berikut ini:

“barangsiapa berpedoman pada suatu sebab, padahal syari’at tidak menjadikannya sebab. Maka perbuatan itu termasuk syirik”[4]

Pembaca yang budiman sesungguhnya salah satu penyebab tertinggalnya suatu bangsa atau pun sebuah peradaban  adalah  karena banyaknya mitos yang menghalangi ruang gerak mereka padahal mitos itu hanya dibangun diatas preasangka mereka yang tidak mendasar sama sekali. Jika kita mengikutinya maka kita akan terjerumus kepada kesyirikan dan rusaknya akidah.
na’udzubillah… ***

Ditulis Oleh:
Omar Ibrahim Al-Imanulmuslim


[1] Al-Mushthalat al-musta’malah fi Tauhid al-Uluhiyah ‘Inda Salaf karya Muhammad bin Abdullah Bajasir hlm. 17

[2] berthathayur

[3] Lihat Ta’zhim Qadr ash-Sholat 2/257 dan Syrarah as-Sunnah 12/170

[4] Al-Qaul al-Mufid ‘ala Kitab Tauhid karya Syaikh Ibnu Utsaimin 1/575

HUKUM KECELEKAAN MOBIL


Hukum Kecelakaan Mobil

Berikut penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Utsaimin untuk kasus kecelakaan kendaraan:

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah.
Dari sekian kasus kecelakaan mobil, secara umum pengemudi dapat dibagi menjadi tiga macam:

Pertama, pengendara yang pandai mengemudi, tahu kewajiban dan aturannya, serta berupaya untuk berjalan di atas aturan. Pengemudi ini layak untuk mengendarai mobil.

Kedua, pengendara yang tidak pandai mengendarai mobil, tidak tahu kewajiban dan aturannya. Pengemudi semacam ini tidak layak untuk mengendarai mobil. Jika tetap mengendarai mobil maka termasuk pelanggaran.

Ketiga, pengendara yang pandai mengemudi, tahu kewajiban dan aturannya, namun tidak mau menaati aturannya, bahkan dia berani melanggar dan tidak peduli dengan bentuk pelanggaran maupun kecelakaan. Orang semacam ini telah melakukan tindak kriminal terhadap dirinya dan orang lain.

Kemudian, terkait kecelakaan mobil (tabrakan) bisa dibagi menjadi dua:

Pertama, korbannya dari pihak orang yang naik mobil. Ketika para penumpang naik mobil, mereka memberikan amanah kepada pengemudi; amanah untuk keselamatan dirinya dan barang-barangnya. Karena itu, status pengemudi adalah orang yang memegang amanah.

Kecelakaan dengan korban penumpang mobil dapat dikelompokkan menjadi empat macam:

1. Kecelakaan terjadi disebabkan pelanggaran pengemudi.

Misalnya: mengangkut penumpang atau barang yang melebihi standar, atau terlalu ngebut sehingga tidak terkendali, atau ngerem mendadak tanpa sebab.

2. Kecelakaan terjadi disebabkan keteledoran pengemudi.

Bedanya dengan yang pertama, dikategorikan sebagai pelanggaran pengemudi ketika pengemudi tersebut melakukan tindakan yang dilarang atau melanggar aturan. Sementara dikategorikan sebagai keteledoran, ketika pengemudi meninggalkan kewajiban. Misalnya: tidak menutup pintu, tidak memperhatikan kondisi ban, dst.

Untuk kecelakaan yang disebabkan oleh dua hal di atas, maka pengemudi wajib membayar kaffarah pembunuhan tidak disengaja, yaitu:

  1. Membebaskan budak untuk masing-masing nyawa yang melayang, atau
  2. Puasa dua bulan berturut-turut tanpa putus, kecuali karena alasan yang dibenarkan.
  3. Disamping itu, dia juga wajib membayar dua hal:
  • Ganti rugi untuk semua kerusakan yang ditimbulkan.
  • Membayar diyat pembunuhan tidak disengaja kepada keluarga korban.

3. Kecelakaan murni di luar kesengajaan pengemudi.

Pengemudi sudah berusaha mencari cara paling selamat, namun kecelakaan tidak bisa dihindarkan.

Contoh: tertabrak mobil di depannya, atau masuk ke jurang, yang semuanya terjadi setelah berusaha menghindar.

4. Kecelakaan karena lingkungan.

Contoh: jembatan putus, tanah longsor, dst.

Untuk dua kasus kecelakaan di atas, pengemudi tidak wajib membayar kaffarah ataupun ganti rugi. Karena pengemudi hakikatnya adalah pemegang amanah. Dia berusaha memilihkan kondisi terbaik, Allah mentakdirkan terjadi kecelakaan dengan hikmah-Nya. Karena dia tergolong orang yang berbuat baik kepada orang lain, sehingga dia tidak berhak mendapat hukuman.

Kedua, korbannya dari pihak luar (bukan penumpang).

Kecelakaan kondisi ini bisa dibagi dua:

1. Sebabnya berasal dari orang yang ditabrak, sementara pengemudi sama sekali tidak mungkin menghindarinya.

Contoh: Seorang mengendarai mobil dengan kondisi normal, tiba-tiba datang motor ‘ngebut nyelonong‘ di depannya, sehingga tidak mungkin dihindari, atau ada orang tiba-tiba melompat di depannya.

Untuk kasus ini, pengemudi tidak berkewajiban membayar ganti rugi. Karena sebab kecelakaan muncul dari pihak korban.

2. Sebab kecelakaan muncul dari pihak pengemudi.

Contoh: Menabrak orang yang berjalan di trotoar, atau di wilayah yang bukan jalur mobil, atau mundur kemudian menabrak orang, dst.

Untuk kasus kedua ini, pengendara wajib membayar kaffarah pembunuhan tidak disengaja, yaitu:

  1. Membebaskan budak untuk masing-masing nyawa yang melayang, atau
  2. Puasa dua bulan berturut-turut tanpa putus, kecuali karena alasan yang dibenarkan.
  3. Disamping itu, pengendara wajib wajib membayar dua hal:
  • Ganti rugi setiap kerusakan yang ditimbulkan
  • Diyat pembunuhan tidak disengaja

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan, “Yang dimaksud tidak disengaja adalah seseorang melakukan satu perbuatan yang sebenarnya tidak ingin mengenai korban, namun terkena korban dan sampai membunuhnya. Misalnya orang memanah hewan buruan, ternyata mengenai manusia dan mati.” (Al-Mughni, 9:339)

Kemudian dinukil dari Ibnul Mundzir, bahwa para ulama yang beliau ketahui telah sepakat dalam masalah ini. Beliau menegaskan bahwa kecelakaan tidak disengaja wajib membayar diyat kepada keluarga mayit dan membayar kaffarah pembunuhan tidak disengaja yang diambil dari harta pelaku, tanpa ada perselisihan di kalangan ulama.

Selanjutnya, Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan, “Wajib membayar diyat dan kaffarah untuk pembunuhan tidak disengaja. Karena Allah berfirman,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَنْ يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلَّا خَطَأً وَمَنْ قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَأً فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ إِلَّا أَنْ يَصَّدَّقُوا فَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ عَدُوٍّ لَكُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ وَإِنْ كَانَ مِنْ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُؤْمِنَةٍ فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِنَ اللَّهِ

Tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja), dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya, maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari Allah…” (QS. An-Nisa: 92)

Perbedaan hukuman untuk pembunuhan disengaja dan tidak disengaja:

Untuk pembunuhan tidak disengaja, hukumannya adalah wajib membayar kaffarah dan diyat yang diserahkan kepada keluarga. Adapun pembunuhan dengan disengaja maka wajib diqishas, apabila keluarga korban tidak memaafkannya.

Nasihat untuk para pengendara:

  1. Hendaknya berusaha memahami dan mempraktikkan dengan benar cara mengemudikan kendaraan. Sehingga dia layak disebut ahli mengemudi.
  2. Perhatikan betul kondisi kendaraan, terutama yang terkait dengan keselamatan penumpang. Seperti rem, ban, dst.
  3. Jangan sampai teledor ketika mengemudi kendaraan, sehingga bisa mengancam keselamatan orang lain.
  4. Jangan membawa barang yang melebihi beban normal kendaraan. Karena ini bisa membahayakan.
  5. Patuhi semua aturan lalu lintas, karena itu akan semakin berpeluang menjaga keselamatan.
  6. Jangan lupa membaca doa naik kendaraan.

Urutan bacaannya sebagai berikut:

  1. Baca “bismillah” tepat ketika naik
  2. Setelah di atas kendaraan baca:

سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ، اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ ، سُبْحَانَكَ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ

Demikian beberapa nasihat yang bisa kami sampaikan, semoga Allah melindungi kita semua. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.
[saaid.net]

Diterjemahkan oleh Ustadz Ammi Nur Baits
Artikel www.KonsultasiSyariah.com
dikeluarkan secara ilmiah tanpa perubahan oleh: majlis-sunnah’s blog

ya ayyuhal ikhwah, mari kita buka blokir blog Abu Ayaz di Fb


“Copas from Abu Ayaz…

Bismillah,
Afwan ya ayyuhal ikhwah,
Mungkin sebagian diantara kita sudah tahu bahwa blog saya sudah lama di blokir oleh FB.
Saya tidak tahu, apa yang menyebabkan hal ini terjadi.

Tapi banyak yang memberikan masukan kepada saya, bahwa ini terjadi karena banyak orang atau pihak yang melaporkan blog saya ke admin FB sebagai spam atau website yang un safe.

Siapakah mereka? Wallahu a’lam.
Boleh jadi mereka adalah orang2 yang sangat membenci dakwah Ahlus sunnah wal jama’ah ‘ala fahmi salaf (Salafiyyah), kemudian mereka bahu membahu menggalang kekuatan masal utk melaporkan blog saya ke FB, sehingga akhirnya FB mengabulkan permintaan mereka dan memblokir blog saya.

Namun ketahuilah, bahwa ini adalah cara kerja suatu system yang sudah di otomatisasi oleh programmer FB.

Lalu bagaimana untuk mensiasatinya?
Blog saya di blokir karena begitu banyaknya laporan.
Itu artinya banyak data laporan yang sampai ke system FB dan telah mancapai syarat jumlah kuota minimal pelaporan.

Adapun untuk membatalkan pemblokiran, maka harus dilakukan upaya tandingan, yakni melaporkan balik untuk membuka blokiran tersebut. Minta di “unblock” oleh system FB.

Jika pelaporan balik ini sifatnya massal, dan juga memenuhi syarat jumlah minimal quota pelaporan, maka system admin FB akan membuka blokiran blog saya tsb.

Kira2 ada yang mau bantu saya gak, untuk melaporkab balik pemblokiran blog saya tsb?

Kalau ada, saya ucapkan jazaakumullahu khayran. Semoga Allah membalas kebaikan antum semua atas upaya ini.

CARANYA ?
(nampaknya ini hanya bisa di lakukan dari PC/notebook)
Bagi antum yang online menggunakan PC, maka tempuhlah prosedur ini :

Tautkan salah satu link artikel blog saya di fb.
http://www.abxayaz.blogspot.com/
( Huruf x antum ganti dengan huruf u , JANGAN LUPA)

Nanti akan dihadang oleh box dialog, yang menyatakan bhw link tsb error.

Pada box tsb ada beberapa pilihan, Help Center, dan let us know.

Nah kita klik “let us know”.
Maka akan keluar box dialog selanjutnya.

Dalam box ini ada 3 kolom (kotak) isian.
– Kotak isian paling atas, (What did you try to post?),
kita isi : common religion article, (atau commmon article)

– kotak isian tengah, (URL: If you were blocked while trying to share a link, copy and paste the entire URL here)
kita isi : http://www.abxayaz.blogspot.com/

( Huruf x antum ganti dengan huruf u , JANGAN LUPA)

– kotak isian paling bawah, (Explain why you think this was an error:)
kita isi :
unblock this blog please, it’s useful content for us, it’s safe, no spam, no unsafe material, no hate speeches, no virus, no malware, no adult material.

Setelah itu tinggal masukkan kode dari “Security Check”

Setelah itu klik “Submit”

Selesai sudah….

Udah deh beres

Gimana? ada yang bersedia membantu saya?
Tafadhdhol ya ayyuhal ikhwah….

AWAS BAHAYA TASYABBUH BI KUFFAR… !!!


tasyabbuh artinya menyerupai, yaitu menyerupai orang-orang kafir. definisi Tasyabbuh secara istilah adalah penyerupaan diri seorang muslim terhadap orang-orang kafir tanpa mashlahat yang mu’tabar secara syar’i”. (lihat mazhahir at-Tasyabbuh bi Kuffar hlm. 13).

 

Syaikh Utsaimin berkata: “standar Tasyabbuh adalah pelakukanya melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas yang menyerupainya, menyerupai orang-orang kafir artinya, seorang muslim melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas mereka. adapun jika hal tersebut telah berlaku umum di kalanagan kaum muslimin dan hal itu tidak merupakan ciri khas dari orang-orang kafir maka yang demiikan bukan tasyabbuh” (Majmu’ FAtawa wa Rasa’il Ibn Utsaimin: 3/47)

 

dari definisi di atas maka dapat kita ketahui seluk beluknya dan jenis-jenisnya. adapun hukum tasyabbuh itu sendiri adalah haram dan bahkan bisa membawa kepada bahaya yang besar dalam agama. Nabi bersabda:

وََمََن تََشَبَّّهَ بِقَومٍ فََهُُوََ مِِنهُم

“barang siapa yang menyerarupai suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut” (HR. Abu Dawud: 4/44, Ahmad: 2/50)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “hadits ini keadaan minimalnya mengharuskan haramnya tasyabbuh terhadap orang-orang kafir meskipun zhahirnya mengharuskan kekafiran orang-orang yang menyerupai mereka” (iqtiqdha’ Shirathil Mustaqim)

 

maka dari hukumnya Tasyabbuh dapa membawa pelakunya pada kekufuran apa bila bertasyabuh dalam hal aqidah dan atau memberi loyalitas kepada mereka. namun jika tasyabuhnya hanya dalam perkara kecil sebatas maksiat maka dia hanya bermaksiat tidak jatuh dalam kekafiran tapi perlu diingat oleh setiap mukmin bahwa maksiat yang kecil bisa menghantarkan kepada maksiat yang besar dan maksiat yang besar bisa menghantarkan kepada kekafiran. na’udzubillah

 

YANG TERMASUK BERTASYABBUH:

1. merayakan tahun baru masehi

2. merayakan tahun baru hijriyah, karena Nabi, para Sahabat, Tabiin dan tabiut-tabiin tidak pernah mereyakan tahun baru Hijriyyah. justru dengan merayakan tahunh baru hijjryah termasuk tasyabbuh kepada kuffar, karena kita mengadopsi budaya mereka yaitu mereyakan tahun baru. sedangkan dalam Islam tidak ada hari raya selain dua hari raya yaitu Idul Adha dan Idul Fitri (lihat Sunnan Abu Dawud: I/295)

3. merayakan hari ulang tahun

4. merayakan maulid Nabi

5. meniru sikap dan pola-pikir mereka dalam hal beragama.dsb

 

MENGGUNKAN PRODUK ORANG-ORANG KAFIR APAKAH TASYABBUH ?

menggunnakan produk mereka dalam bentuk apa pun tidak termsuk tsyabbuh selama tidak ada dalil yang mengharamkannya. inilah menurut kaidah fiqih yang berbunyi, “mengenai perkara urusan keduniaan/kebendaan adalah mubah kecuali ada dalil yang mengahramkannya”

terlebih ada dalil yang menceritakan bahwa Nabi pernah memakai produk orang-orang kafir termasuk menerima hadiah dari orang-orang kafir dan bahkan Nabi pernah menggadaikan baju perangnya ke orang Yahudi. maka dalam bermu’amalah dengan siapa pun kita diperbolehkan selama tiga ada al-Wala wal Bara’ kepada kaum kuffar.

Produk juga bisa di buat siapa saja dan produk tidak termasuk ciri khas kaum kufar dan bukan perayaan atau budaya mereka.

 

sebenarnya masih banyak pembahasan tentang tasyabbuh ini namun inilah yang mampu saya rangkum. semoga kita semua dapat menjauhi segala bentuk tasyabbuh dan hanya kepada Allah-lah kita berlindung. wallahu A’lam bishawab…

 

oleh:
Omar Ibrahim Al-Imanulmuslim

Al-Qur’an Dan As-Sunnah Jauh Lebih Berharga Daripada Dunia Beserta Seisinya


SEBERAPA BERHARGAKAH DUNIA UNTUKMU ?

 

Sungguh hati ini tidak ingn memiliki ambisi pada duniawi, walau memang dunia tiadak henti menggoda dan terus merayu dengan segala kemewahannya.

Tapi ketahuilah sesungguhnya al-Qur’an dan as-Sunnah jauh lebih berharga daripada dunia beserta isinya…

 

Diriwayatkan oleh imam Bukhary, Muslim dan imam hadits lainnya bahwa ketika perang Hunain Nabi mendapat harta rampasan perang (fa’i) yang sangat banyak, ribuan ekor unta, ribuan ekor kuda, ribuan ekor kambing dan puluhan kilogram emas dan perak dll.

 

Pasukan Nabi terdiri dari kaum Anshar dan Muhajirin, perang ini terjadi setelah penaklukan Mekkah (Futuh Mekkah). Harta rampasan perang itu kemudian Nabi bagi-bagikan kepada para Mu’allaf, para pembesar Quraisy, dan para Mujahidin dari Muhajirin dan hanya kaum Anshar yang tidak Nabi beri sedikitpun walaupun mereka juga ikut berperang.

Kaum Anshar Marah, dan kecewa atas sikap Nabi. Bahkan sebagian dari mereka berkata: “sungguh ini sangat mengherankan”. “Rasul telah kembali bertemu kaumnya”. Dalam hati kaum Anshar seakan-akan mereka marah merasa mereka telah Nabi lupakan.

 

Kemudian Nabi mengumpulkan mereka dan berkhutbah kepada mereka, dalam khutbahnya Nabi mempersilahkan kaum Anshar untuk menyebutkan jasa-jasa mereka terhadap Islam, diantaranya Nabi bersabda: “kalian bisa mengatakan; ‘engkau (Nabi) datang kepada kami (kaum Anshar) dalam keadaan didustakan lalu kami (kaum Anshar) mempercayaimu, engkau datang kepada kami dalam keadaan kalah lalu kami menolongmu, (engkau) datang dalam keadaan terusir, lalu kamh yang menampungmu dan melindungimu serta engkau datang dalam keadaan tidak punya apa-apa, lalu kami mencukupkanmu'”.

Kaum Anshar hanya bisa menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih besar anugerah dan jasanya”.

Nabi juga menjelaskan kepada mereka dengan bersabda: “wahai sekalian kaum Anshar, bukankah aku dapati kalian dalam keadaan sesat, lalu Allah berikam kalian hidayah dengan sebah aku ? Dahulu kalian berpecah-belah, lalu Allah menyatukan hati kalian dengan sebab aku ?”


Kemudian Nabi menyebutkan kemuliaan kaum Anshar: “apakah kalian ridha orang-orang pulang dengan membawa kambing dan unta, sementara kalian pulang deogan membawa Nabi menuju rumah kalian ?. Seandainya bukan karena hijrah, pastilah aku termasuk kaum Anshar”.

“Anshar adalah baju yang menutupi tubuh”


di akhir khutbah Nabi mendo’akan mereka: “Ya Allah rahmatilah kaum Anshar, anak-anak dan cucu-cucu mereka”

orang-orang Anshar bersedih dan menangis, air mata mereka membasahi janggut-janggut mereka. Mereka menyadari bahwa sesungguhnya merekalah kaum yang paling berbahagia, saat yang lain mendapatkan harta yang fana dan pasti akan hilang, sedangkan mereka mendapatkan anugerah yang sangat besar yaitu Rasulullah. Nabi lebih berharga bagi mereka dari pada dunia beserta seisinya. Dan hendaklah kita pun menyadari itu bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah jauh lebih berharga dari pada dunia berserta seluruh isinya itulah pusaka yang Nabi wariskan untuk kita.

 

Oleh:

Omar Ibrahim al-Imanulmuslim

 

*diangkat dari syarah hadits yang dibawakan oleh ust. Khalid Syamhudi Lc

*majalah As-Sunnah edisi 09 thn XV

 

Muraji:

1. Shahih Bukhari, kitab al-Maghazi bab Ghazwah ath-Thaif

2. Shahih Muslim kitab az-Zakat

3. Al-I’lam

4. Musnad Imam Ahmad

5. Tambihul Afham bi Syarhi ‘Umdatul Ahkam; Syaikh Utsaimin

Pertempuran Antara Kebenaran Dan Kebatilan Akan Terus Berlangsung Sampai Hari Kiamat


Pertempuran antara kebenaran (al-Haq) dengan al-Bathil tidak akan pernah berakhir dan akan terus berlangsung hingga hari kiamat.

Ini pertempuran abadi di muka bumi, di tengah-tengah ummat manusia.

 

Saat kita menyeru kepada as-Sunnah maka musuh menyeru kepada bid’ah, saat kita menyeru kepada Tauhid maka musuh menyeru kepada kesyirikian, saat kita menyeru kepada jalan yang lurus maka musuh menyeru kepada kesesatan.

 

Janganlah engkau takut kepada mereka, Imam Ibnul Qayyim berkata: “janganlah engkau takut akan tipu daya musuh. Karena senjata mereka hanyalah kedustaan” (al-Kafiyah asy-Syafiyah: 198)

 

orang-orang jahat akan tetap ada hingga hari kiamat, mereka memusuhi dan memerangi orang yang berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Nabi telah mengabarkan orang jahat ini akan tetap ada dalam sabdanya: “sesungguhnya ada suatu kaum termasuk keturunan umat ini, mereka membaca al-Qur’an akan tetapi tidak sampai pada tenggorokannya, mereka itu membunuh pembela islam dan membiarkan penyembah berhala” (HR. Muslim: 1762)

 

namun Allah akan tetap memenangkan al-Haq atas al-Bathil, Allah membangkitkan para pejuang Tauhid dan Sunnah, dengan mereka Allah hancurkan kebathilan, Allah kuatkan islam dan Allah memenangkan agama-Nya.

Sebagaimana sabda Nabi: “akan tetap ada tidak henti-hentinya sekelompok dari umatku yang mendapat pertolongan dari Allah (Thaifah Manshurah) atas kebenaran. Tidak akan membahayakan mereka orang-orang yang menelantarkan (memusuhi) mereka hingga tegaknya kiamat” (HSR. Muslim: 1920, Ahmad 5/34, Tirmidzy 4/485)

 

siapakah Thaifah Manshurah atau kelompok yang mendapat pertolongan dalam hadits ini ?

Imam Bukhari berkata: “mereka adalah para Ulama”

imam Ahmad berkata: “kalau mereka ini bukan ahlul hadits (para Ulama) maka aku tidak tahu lagi siapa mereka !” (ash-Shahihah 1/478)


ya para Ulama lah yang menjadi pejuang Tauhid dan pejuang Sunnah, Allah menolong mereka untuk menghancurkan kebatilan, senjata mereka adalah hujjah dari al-Qur’an dan as-Sunnah.

Jumlah mereka sangatlah sedikit, bahkan yang paling sedikit sedangkan yang memusuhinya sangat banyak. Catatlah perkataan imam Bukhari ini dengan tinta emas: “maka bersabarlah wahai ahli hadits, semoga Allah merahmati kalian, karena sesungguhnya kalian adalah yang paling sedikit diantara manusia” (al-Jami’ li Akhlaqir Rawi wa Adabis Sami’)


“islam itu terlahir sebagai yang asing dan ia pun akan berakhir sebagai yang terasing sebagaimana dulu ia dilahirkan. Maka beruntunglah mereka yang asing” (HR. Muslim)


Saat yang lain mendustakan perkataan dan Sunnah Nabi, merekalah yang membenarkannya. Saat yang lain menisbatkan perkataan kotor kepada Nabi, merekalah yang membersihkannya. Di saat musuh berkata dengan cercaan dan makian untuk mereka, Tidak ada yang mereka katakan melainkan al-Qur’an dan hadits. Merekalah keluarga Nabi walau mereka tidak berjumpa dengan Nabi. (lihat Syair Imam Ahmad tentang ahli hadits)

 

imam Khatib al-Baghdadi berkata: “sungguh Rabb semesta alam telah menjadikan Thaifah manshurah sebagai penjaga agama islam dan Allah melindungi mereka dari tipu daya penentang kebenaran” (Syarafu Ashhabil Hadits)


mari kita cintai para ulama, bahu membahu dengan mereka untuk menghancurkan kebatilan. Ingatlah pertempuran belum berakhir… !!!

 

Catatan ini adalah Sebuah upaya yang sangat kecil nilainya untuk menyambungkan lidah para ulama dan para Astadzid kepada para Thalabul ‘ilmi yang ditulis oleh:

Omar Ibrahim al-Imanulmuslim al-Batawy

BILAKAH HATIMU TERLUKA… ?


BILA HATIMU TERLUKA…


Janganlah engkau bersedih…

Bila kamu terluka karena tubuhmu tertembus anakpanah, janganlah kamu bersedih hati…

Walaupun anakpanah itu dibidikan oleh orang terdekatmu sendiri, tetaplah berteguh hati…

Bersabarlah dan yakinlah kelak akan ada seseorang yang datang yang akan mencabut anak panah itu dari tubuhmu, membalut lukamu, menghapuskan air matamu dan mengembalikan senyummu…

Bersabarlah dan janganlah engkau bersedih hati…

Bila istana mimpimu yang begitu megah telah runtuh, bersabarlah dan janganlah bersedih…

Janganlah engkau termenung dan tersimpuh di atas reruntuhan puing-puingnya, janganlah engkau larut dalam kesedihan…

Tapi bangkitlah, berdirilah, carilah suara burung yang berkicau merdu…

Bumi Allah luas, bangunlah istana yang baru…

Kesedihan hanya akan membuatmu semakin tenggelam…

Cahaya semangatmu akan padam…

Apa yang kita miliki semuanya pasti akan pergi, tetapi ketahuilah Allah tidak akan pernah pergi meninggalkan kita.

لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا

“…Jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita…” (at-Tawbah: 40)


bila kamu tertimpa musibah, jangan engkau bersedih bersabarlah. Jangan lemah, kuatkanlah dirimu untuk menghadapi semua ujiannya.

“mukmin yang kuat lebih baik dan lebih Allah Cintai daripada mukmin yang lemah. Pada keduanya terdapat kebaikan. Bersungguh-sungguhlah dalam mendapatkan apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan Allah serta janganlah engkau sekali-kali merasa lemah. Jika engkau tertimpa musibah janganlah engkau berkata ‘seandainya aku berbuat begini tentu tidak akan begitu dan tidak begini’ tetapi katakanlah ‘QadarAllah wamasya’afa’al(ini sudah takdir Allah. Dan Allah berbuat apa saja yang Dia Kehendaki). Karena ucapan ‘seandainya’ akan membuka (pintu) perbuatan setan” (HR. Muslim)

kawan tahukah engkau kenapa perjuangan itu pahit ?

Karena surga itu manis…

Bersabarlah dan Janganlah engkau bersedih hati…

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“janganlah engkau bersikap lemah dan janganlah engkau bersedih hati padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya. Jika kamu termasuk orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 193)


bersabarlah dan janganlah engkau bersedih hati…

Yakinlah,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“maka sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan” (Alam Nasyrah: 5-6)


sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar…

posting iklan anda disini gratis.... !!!

kalender

Oktober 2017
S S R K J S M
« Mei    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

NEW MY BANNER

My New banner script

<center><a href="https://majlissunnah.wordpress.com/"><img src="https://majlissunnah.files.wordpress.com/2011/11/untitled-1-copy.jpg"</a>

AHLAN WA SAHLAN

http://flashvortex.swf

SILAHKAN ANDA COPY-PASTE SEMUA ARTIKEL YANG ADA DI BLOG INI, JAZAKUMULLAH KAHYR...

image

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda: Rosululloh shollallohu alaihi wa sallambersabda:

إِزْرَةُ الْمُسْلِمِ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ وَلاَ حَرَجَ أَوْ لاَ جُنَاحَ فِيمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْكَعْبَيْنِ مَا كَانَ أَسْفَلَ مِنَ الْكَعْبَيْنِ فَهُوَ فِى النَّارِ مَنْ جَرَّ إِزَارَهُ بَطَرًا لَمْ يَنْظُرِ اللَّهُ إِلَيْهِ

Pakaian seorang muslim adalah hingga setengah betis. Tidaklah mengapa jika diturunkan antara setengah betis dan kedua mata kaki. Jika pakaian tersebut berada di bawah mata kaki maka tempatnya di neraka dan barang siapa menjulurkan pakaiannya dengan sombong, Alloh tidak akan melihat kepadanya.” [HR. Abu Dawud nomor 4093 dan Ibnu Majah nomor 3573. Dishohihkan Syaikh al-Albani dalam Shohih Sunan Abi Dawud 2/518]


Photobucket

Photobucket

Blog Stats

  • 59,488