Majlis-Sunnah

Beranda » Syari’at » Manhaj Salaf

Manhaj Salaf


AWAS BAHAYA TASYABBUH BI KUFFAR… !!!

Ditulis Al-Emanuelmoslem di manhaj pada Desember 30, 2011 | Sunting

tasyabbuh artinya menyerupai, yaitu menyerupai orang-orang kafir. definisi Tasyabbuh secara istilah adalah penyerupaan diri seorang muslim terhadap orang-orang kafir tanpa mashlahat yang mu’tabar secara syar’i”. (lihat mazhahir at-Tasyabbuh bi Kuffar hlm. 13).   Syaikh Utsaimin berkata: “standar Tasyabbuh adalah pelakukanya melakukan sesuatu yang merupakan ciri khas yang menyerupainya, menyerupai orang-orang kafir artinya, seorang muslim melakukan […]

LARANGAN MENAFSIRKAN AL-QUR’AN DENGAN PENDAPAT SENDIRI

Larangan menafsirkan agama menurut pendapat sendiri. “barang siapa yang menafsirkan al-Qur’an menurut pendapatnya sendiri, hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya dari api neraka” (HR. Muslim) Allah berfirman: وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ “janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya” (al-Isra: 36) Umar bin Khaththab berkata: “berprasangka buruklah kepada pendapatmu sendiri dalam […]baca selengkapnya

HP, MOTOR, MOBIL, KOMPUTER BID’AHKAH ?

MOBIL, HP, MOTOR, KOMPUTER BID’AHKAH ? Orang masih banyak menganggap semua mengenai kebendaan dianggap bid’ah. Karena itu mereka membagi dua bid’ah, bid’ah hasanah dan bid’ah dhalalah. Anehnya jika mereke menafsirkan “kullu bid’atin dhalalah” bahwa sebagian besar bid’ah sesat justru bid’ah-bid’ah yang mereka anggap baik lebih banyak jumlahnya dari pada bid’ah yang mereka anggap sesat. Inilah […]baca selengkapnya

SIAPAKAH MADZHABMU ?

SIAPAKAH MADZHABMU ? itulah pertanyaan yang umum mereka tanyakan ketika tearjadi perslisihan di tengah-tengah mereka, apa bila perselisihan itu karena perbedaan madzhab maka dengan perbedaan itu mereka legalitaskan perselisihan dengan dalih perbedaan itu rahmat tranpa mencari titik temu. menurut mereka asalah bermuara pada madzhab maka semua itu sudah selesai, padahal kebanyakan dari mereka tidak memahami […]baca selengkapnya

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF  1

Kata Pengantar
Banyak pihak yang menisbatkan dirinya sebagai orang atau kaum (golongan) yang menganut pemahaman salaf. Namun kenyataannya, mereka tidak memahami sama sekali tentang apa dan bagaimana pemahaman salaf yang benar menurut al-Kitab dan as-Sunnah. Dilain pihak, ada orang yang demikian alergi bila mendengar kata-kata salaf. Mereka memahami salaf sebagai sesuatu yang tak rasional dan cenderung ketinggalan zaman.

Untuk meluruskan pemahaman yang salah demikian, kami coba sajikan karya tulis Khalid bin Abdur-Rahman al-’Ik yang disadur dari majalah As-Salafiyah, edisi I, tahun I, 1415H diterjemahkan oleh Ahmas Faiz Asifuddin dan dimuat di majalah As-Sunnah edisi 13/Th II/1416H – 1995M. baca selengkapnya…>>> 

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF 2

Kaidah Pertama

Mendahulukan Syara’ atas Akal [1]
Kaidah yang paling pertama ialah ittiba’ kepada as-salafu ash-shalih dalam memahami, menafsiri, mengimani serta menetapkan sifat-sifat ilahiyah tanpa takyif (bertanya atau menetapkan hakekat bagaimananya) dan tanpa ta’wil (membuat perubahan lafadz/maknanya), juga dalam menetapkan persoalan-persoalan aqidah lainnya, dan menjadikan generasi pertama sebagai panutan dalam berpikir maupun beramal.

Jadi pertama kali Al-Qur’an dan Hadits, selanjutnya berqudwah (mengikuti jejak dan mengambil suri teladan) kepada para shahabat nabi, sebab di tengah-tengah merekalah wahyu turun. Dengan demikian, mereka (para shahabat) adalah orang-orang yang paling memahami tafsir Al-Qur’an, dan lebih mengerti tentang ta’wil (tafsir) Al-Qur’an dibandingkan dengan generasi-generasi berikutnya. Mereka satu dalam hal ushuluddin, tidak berselisih mengenainya, dan tidak terlahir dari mereka hawa nafsu-hawa nafsu dan bid’ah [2]. baca selengkapnya…>>>
POKOK-POKOK MANHAJ SALAF 3

Kaidah Kedua

Tidak Mempertentangkan Nash-nash Wahyu Dengan Akal.
Semua firqah ahli kalam yang suka menakwilkan sifat-sifat Allah, ternyata satu sama lain saling bertentangan, dan secara diametral pendapat-pendapatnya saling berlawanan sama sekali.

Untuk membuktikan hal itu, kita tidak perlu pergi terlalu jauh, lihat saja misalnya, di dalam kitab Kubra al-Yaqiniyat al-Kauniyah bagaimana cara ahlu kalam yang tercermin pada ta’wil nya terhadap sifat istiwa’ dalam firman Allah Ta’ala.

“Artinya : (Yaitu) Rabb Yang Maha Rahman, yang bersemayam (ber-istiwa) di atas “Arsy”. [Thaha : 5].

Dalam kitab ini, istiwa’ di ta’wil-kan dengan taslith al-quwwah wa as-sulthan (menangnya kekuatan serta kekuasaan-Nya)”.

baca selengkapnya…>>>POKOK-POKOK MANHAJ SALAF 4

Ta’wil Bisa Dibenarkan bila Maksudnya Tafsir
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan[1] : “Sesungguhnya lafal ta’wil menurut pemahaman orang-orang yang suka bertentangan (yakni Ahlul Kalam), bukanlah ta’wil yang dimaksud dalam At-Tanzil (wahyu yang diturunkan). Bahkan bukan pula yang dikenal oleh para ulama tafsir terdahulu.

Sesungguhnya para ulama tafsir Al-Qur’an terdahulu memahami lafal ta’wil dengan maksud tafsir. Ta’wil semacam ini dapat diketahui oleh ulama yang mengetahui tafsir Al-Qur’an. Oleh sebab itulah Imam Mujahid, imamnya ahli tafsir dan murid Ibnu Abbas, pernah menanyakan seluruh tafsir Al-Qur’an kepada Ibnu Abbas, dan Ibnu Abbas pun telah menjelaskan tafsir seluruhnya. Ketika beliau (Mujahid) mengatakan : “Sesungguhnya orang-orang yang benar-benar ahlil-ilmi (Ar-Rasikhum fi Al-’Ilmi) jika memahami tentang ta’wil, maka maksud ta’wil itu adalah tafsir yang telah disebutkan Ibnu Abbas padanya”.baca selengkapnya….>>>

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF 5

Kaidah Ketiga
Mencari Pembuktian Berdasarkan Ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadits-hadits Nabi.

Mencari Pembuktian Menurut Pola-pola Al-Qur’an.
Sesungguhnya Al-Qur’an Al-’Azhim mempunyai pola tersendiri yang khusus untuk mencari pembuktian. Barang siapa yang menempuh pola ini, niscaya ia sampai kepada kebenaran hakiki yang meyakinkan. Diantara pola Al-Qur’an yang paling utama dalam mencari pembuktian ialah memperhatikan tanda-tanda kebesaran Allah yang ada pada langit dan bumi, dan upaya menyingkap rahasia-rahasia mahluk.

Melalui ayat-ayat-Nya yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memerintahkan agar manusia berpikir tentang penciptaan langit dan bumi. Di antara firman Allah : baca selengkapnya…>>

POKOK-POKOK MANHAJ SALAF 6

Kaidah Keempat.

Berpijak Berdasarkan Al-Kitab dan As-Sunnah dengan Mengutamakan Pemahaman Ulama Salaf dan Menjadikan Akal Mereka Tunduk kepada Nash-Nash Keduanya.

Kaidah ini memiliki peran besar dalam pokok-pokok manhaj salaf. Inilah kaidah yang menjadi pemisah antara Ahlu Sunnah dengan Ahlul Bid’ah, walaupun semuanya mengaku mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah.

Pengikut manhaj ahlul-kalam berseru : “Kami ittiba’ kepada Al-Kitab dan As-Sunnah”. Pengikut manhaj sufi juga berseru : “Kami ittiba’ kepada Al-Kitab dan As-Sunnah”. Pengikut manhaj salaf pun berseru : “Kami ittiba’ kepada Al-Kitab dan As-Sunnah”. baca selengkapnya…>>>

MEWAHNYA SIFAT ZUHUD
Secara bahasa zuhud artinya sedikan dalam segala sesuatu. Asal huruf za, ha, dan dal menunjukkan atas sesuatu yang sedikit. (Mu’jam Maqayis al-Lughah: 3/30)
menurut Syari’at al-Imam Ali al-Jurjani mengatakan, “dikatakan bahwa zuhud adalah benci terhadap dunia dan berpaling darinya. Ada yang mengatakan, ‘zuhud adalah meninggalkan kesenangan dunia dalam rangka mencari kebahagiaan akhirat.”baca selengkapnya…>>>

HUKUM MELAFADZKAN NIATPUASA RAMADHAN
Bismillahirrahmanirrahim

Hukum Melafadzkan Do’a Niat Puasa Ramadhan (Nawaitu shouma ghodin..) : Apakah niat puasa Ramadhan disyaratkan setiap hari di bulan Ramadhan atau cukup dengan niat di awal untuk sebulan penuh?

permasalahan Melafadzkan Niat Puasa Ramadhan sesungguhnya sudah jelas sebagaimana Imam An Nawawi rahimahullah –ulama besar dalam Madzhab Syafi’i- mengatakan, “Tidaklah sah puasa seseorang kecuali dengan niat. Letak niat adalah dalam hati, tidak disyaratkan untuk diucapkan dan pendapat ini tidak terdapat perselisihan di antara para ulama.baca selengkapnya…>>>

HUKUM BERSISIR BAGI IKHWAN
Bersolek sudah barang tentu menjadi kegemaran setiap manusia, agar tampil rapi dan menyenangkan di antara teman-temannya, namun tahukah akhuna sekalian jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk bersolek / bersisir setiap hari?baca selengkapnya…>>>

MEMANDANG KEINDAHAN ISLAM
Memandang Keindahan Islam
oleh Junaidi Medan pada 30 Juni 2011 jam 1:22

Islam adalah agama Allah ‘Azza wa Jalla yang sempurna dan penuh petunjuk. Tak satu agama pun yang diridhoi-Nya selain Islam. Kemulian, keindahan, keagungan dan segala sifat yang terpuji telah menjadi cahaya Islam yang tidak akan sirna hingga hari kiamat. Betapapun kebencian orang-orang yang anti terhadapnya, namun Islam tetaplah Islam, kemulian dan keagungannya akan tetap menghiasinya walaupun musuh-musuh Allah berusaha untuk memadamkan kemilaunya, walaupun orang-orang munâfiqûn tak kenal letih dan tiada kehabisan akal dalam mendatangkan makar di tengah kebesarannya, dan walaupun segelentir penganutnya –sadar maupun tak sadar- telah mencoreng dan merusak keindahannya di mata manusia…

Wasiat Generasi Salaf

GENERASI SALAF SEBAGAI GENERASI PILIHAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya:

وَالسَّابِقُونَ اْلأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَاْلأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا اْلأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

KAMI YANG TERTUDUH WAHABY MENJAWAB

Dakwah salafiyyah yang berusaha mengajak umat ini kepada tauhid dan sunnah dicap sebagai Wahhabiyah. Julukan seperti ini diberikan oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan dakwah kepada tauhidullah dan sunnah Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam, tentunya dengan maksud untuk menjauhkan umat darinya.baca selengkapnya…>>>

LANDASAN UTAMA MANHAJ SALAF

    

Oleh

Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani

Sebagaimana telah dimaklumi bersama bahwa dakwah salafiyah berdiri tegak di atas tiga landasan.

Pertama : Al-Qur’anul Karim

Kedua : Sunnah shahihah (hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih) baca selegkapnya…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: